Kamis, 01 Desember 2016

Permasalahan Keanekaragaman Hayati

Pengertian keanekaragaman hayati
Keanekaragaman hayati adalah suatu pernyataan tentang berbagai macam bentuk, jumlah, penampilan, dan sifat yang terdapat pada berbagai tingkatan makhluk hidup.
Banyak definisi yang mengemukakan pendapat mengenai keanekaragaman hayati, diantaranya yaitu :

  1. Menurut UU No. 5 tahun 1994, keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman diantara makhluk hidup dari semua sumber, diantaranya adalah lautan, daratan, dan ekosistem akuatik lainnya, dan komplek ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, meliputi keanekaragaman dalam jenis spesies, Antara ekosistem dan spesies.
  2. Menurut para ahli, keanekaragaman hayati merupakan ketersediaan keanekaragaman sumber daya hayati berupa jenis maupun kekayaan plasma nutfah , dan keanekaragaman ekosistem dan antarjenis.
  3. Menurut global Village Translations, keanekaragaman hayati merupakan semua kehidupan diatas bumi seperti hewan, tumbuhan, mikroorganisme, jamur dan berbagai materi genetic yang dikandungnya dan berbagai keanekaragaman system ekologi . Keanekaragaman genetik dari organisme berasal dari semua habitat yang ada di laut, maupun ada di darat dan system perairan lainnya. Sumber

Permasalahan keanekaragaman hayati
Menurut saya banyak permasalahan keanekaragaman hayati di Indonesia hal itu disebabkan oleh kerusakan hutan atau penebangan hutan secara ilegal,pencemaran lingkungan,pemburuan secara liar,pembangunan industri,dan lain-lain. Hal tersebut menyebabkan menurunnya keanekaragaman hayati, faktor penyebabnya yaitu faktor alami seperti apabila dapat beradaptasi maka dapat bertahan hidup dan faktor kesadaran manusia yang kurang peduli dengan lingkungannya seperti setelah menebang hutan tidak dilakukan reboisasi. 
Upaya mengatasi permasalahan keanekaragaman hayati : 
  1. Kesadaran diri untuk menjaga lingkungan agar keanekaragaman hayati dapat terjaga.
  2. Melakukan reboisasi.
  3. Mengolah limbah industri dengan baik,tidak dibuang sembarangan karena dapat merusak keanekaragaman hayati.
  4. Memaksimalkan pelestarian in situ dan ex situ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar